Kanker Rahim Tak Lagi Mematikan

Kanker Rahim Pembunuh Wanita No. 1 Didunia

Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan.Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita di dunia.  Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 tahun. Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

penderita kanker

Apa Penyebab Kanker Rahim?

Seperti halnya kanker lainnya, penyebab kanker inipun belum diketahui secara pasti. Akan tetapi diduga beberapa issu berikut menjadi penyebabnya :

  1. Penyebabnya adalah virus Human Papilloma Virus (HPV), diduga virus ini muncul karena perilaku berganti-ganti pasangan seks.
  2. Hubungan seksual dibawah usia 17 tahun.
  3. Merokok
  4. Pembersihan Vagina.  Para wanita sering tergoda dengan iklan pembersih yang konon dapat membersihkan vagina dari kuman. Padahal di mulut vagina terdapat kuman yang disebut Basillus Doderlain, penghasil asam laktat yang memang fungsinya menjaga kelembaban vagina.
  5. Kebiasaan Menaburi vagina dengan bedak. Jika ada satu butir dari bedak tersebut yang menempel, maka akan mengalami infeksi dan menimbulkan luka di ovarium.

Siapa Saja Yang Memiliki Resiko Tinggi Kanker Rahim?

Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:

  1. Terapi Sulih Hormon (TSH), TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala   menopause,    mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.

  2. Obesitas. Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.

  3. Diabetes (kencing manis)

  4. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

  5. Tamoksifen. Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim. Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan.

  6. Ras. Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.

  7. Kanker kolorektal

  8. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun.

  9. Menopause setelah usia 52 tahun

  10. Tidak memiliki anak

  11. Kemandulan

  12. Penyakit ovarium polikista

  13. Polip endometrium.

Bagaimana Gejala Kanker Rahim

  1. Perdarahan rahim yang abnormal
  2. Siklus menstruasi yang abnormal
  3. Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
  4. Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause
  5. Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
  6. Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
  7. Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
  8. Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
  9. Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Rahim?

Kanker Rahim dapa dideteksi melalui Pap smear test.

Bagaimana Mengobati Penyakit Kanker Rahim?

Jika sudah terdeteksi adanya sel kanker, maka pengobatannya dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Operasi, jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), pengobatan cukup melalui pengangkatan saja.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal, jika sel kanker sudah menyebar maka perlu dilakukan penyinaran (radiasi) atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang sudah menyebar tersebut.

Testimoni Penggunaan Transferfactor Pada Penderita Kanker Stadium 4:

Sebuah riset yang dilakukan oleh Darry See, seorang professor klinik dari WHO (World Health Organization), terhadap 20 orang penderita kanker stadium 4 yang didiagnosa memiliki harapan hidup 3,7 bulan. Usia rata-rata 49 tahun, 12 orang perempuan dan 8 orang pria. 16 orang diantara berhasil selamat dan berada dalam kondisi remisi setelah mengkonsumsi transfer factor plus. Dr. Darryl See menyatakan bahwa belum pernah ditemukan sejenis herbal, produk makanan kesehatan atau obat-obatan yang mempunyai kekuatan dalam merangsang & meningkatkan daya imun seperti transfer factor.


Distributor Transferfactor

Mau Tau Bagaimana Manfaat Transferfactor Bagi Penderita Kanke Rahim? Silahkan Hubungi Saya Fitri :

Telp  08123 1000 110 / 08 5959 059 057

Pin BB 2B86AEB1

Email : fitri@4life-4transferfactor.com

YM :

Facebook : Fitri Yanti

November 4, 2010 · admin · 9 Comments
Tags: , , , ,  · Posted in: terapi kanker

9 Responses

  1. Rumah Sakit di Batam| Informasi Pengobatan | Alamat Rumah Sakit - November 28, 2010

    [...] Aneka Penyakit  seperti asma, lupus, elergi, kanker payudara, diabetes, prostat, jantung, kanker rahim, ginjal, autis, rematik, infeksi, bronchitis, sinusitis, penyakit kulit, HIV/AIDS, hepatitis, [...]

  2. Rumah Sakit di Jakarta| Alamat Rumah Sakit| Nama Rumah Sakit - November 28, 2010

    [...] Aneka Penyakit  seperti asma, lupus, elergi, kanker payudara, diabetes, prostat, jantung, kanker rahim, ginjal, autis, rematik, infeksi, bronchitis, sinusitis, penyakit kulit, HIV/AIDS, hepatitis, [...]

  3. Pengobatan & Pencegahan Penyakit Asma - November 28, 2010

    [...] Aneka Penyakit  seperti asma, lupus, elergi, kanker payudara, diabetes, prostat, jantung, kanker rahim, ginjal, autis, rematik, infeksi, bronchitis, sinusitis, penyakit kulit, HIV/AIDS, hepatitis, [...]

  4. sistem imun, daya tahan tubuh, virus, kuman - December 19, 2010

    [...] Aneka  Penyakit seperti asma, lupus, elergi, kanker payudara, diabetes, prostat, jantung, kanker rahim, ginjal, autis, rematik, infeksi, bronchitis, sinusitis, penyakit kulit, HIV/AIDS, hepatitis, [...]

  5. Prof Dr Sandra Simanjuntak . Phd - August 19, 2011

    Penelitiannya saja tidak ada, apalagi uji Klinis manusianya tidak dicantumkan.

    Kalau anda bisa tunjukkan Uji klinis manusianya di published di Jurnal-Jurnal. Itu lebih baik, jadi jangan mengatakan bisa menyembuhkan, atau anda masukkan kategori OBAT. Saya bergerak di FDA untuk di indonesia , mungkin dalam waktu dekat saya bisa black list Transfer factor anda, karena missleading.

  6. admin - August 20, 2011

    Yth Prof Dr Sandra Simanjuntak. Phd

    Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke website kami.

    4life transfer factor telah memiliki lebih dari 3.500 uji klinis di lebih dari 50 negara. Untuk uji klinis diamerika telah dipublikasikan di Jurnal Woodland. Di Amerika Serikat 4life transfer factor sudah masuk dalam PDR dan telah lulus GRAS serta USDA.

    Departemen kesehatan rusia juga telah melakukan penelitian terhadap 4life tranfer factor dan hasilnya merekomendasikan rumah sakit di Rusia untuk menggunakan transfer factor.

    Diindonesia produk ini sudah memiliki ijin dari POM

    Jika professor ingin tau tentang transfer factor, saya bisa kirim medical abstrak, uji klinis dan hasil penelitian departemen kesehatan rusia.

    Demikian penjelasan kami atas pertanyaan Ibu.

    Terima kasih

  7. Taufik Urochman - August 30, 2011

    kanker rahim stadium 3 yg sdh divonis dokter apa msh bs diobati dgn obat ini?

  8. admin - August 31, 2011

    Yth Pak Taufik

    Untuk kanker stadium 3 bisa disembuhkan dengan transfactor plus, transferfactor advance dan transferfactor belle vie pak. Transferfactor dapat menguatkan sel-sel imun hingga 437% sehingga efektif untuk membunuh sel-sel kanker tanpa menimbulkan efek samping bagi tubuh yang lain pak.

  9. 10 Jenis-Jenis Virus yang Mengamcam Kehidupan Manusia - July 11, 2013

    [...] dari 95% dari kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, infeksi virus ini ditandai dengan munculknya kutil raksasa bisa seperti [...]

Leave a Reply