Tersiksa Karena Asma?
Bebaskan diri anda dari siksaan penyakit asma……
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas.
Asma dikategorikan sebagai penyakit autoimun. Dalam keadaan normal, sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri atau menyerang jaringan sendiri. Penyakit-penyakit yang timbul karena reaksi ini disebut sebagai penyakit autoimun.
Bagaimana Mengatasi Asma ?
Asma bisa diatasi dengan cara menenangkan sistem imun yang terlalu aktif (menyerang jaringan) dan mendidik “bodoh”(sistem imun yang tidak bisa membedakan sel asing dan sel jaringan sendiri). Tubuh kita akan tetap sehat jika sistem imun dalam keadaan normal dan pintar. Mengembalikan fungsi sistem imun yang menyimpang kepada fungsi sistem seharusnya, yaitu melindungi tubuh dari serangan virus, bakteri, sel kanker dan sel asing lainnya yang ada dalam tubuh.
Testimoni Penggunaan Transfer Factor pada Penderita Asma
-
Saya seorang penderita asma dan saya selalu mengkonsumsi obat dokter setiap kali mau tidur. Kemudian saya mencoba transfer factor advance. Pada awal konsumsi transfer factor advance, saya masih tetap konsumsi obat dokter. Perlahan-lahan konsumsi obat dokter kurangi sampai akhirnya saya hentikan sama sekali dan saya tetap konsumsi transfer factor advance. Setelah konsumsi 2 botol transfer factor advance asma saya sudah hilang. Saya terus konsumsi transfer factor advance hingga 4 botol. Sekarang saya tidak lagi mengkonsumsi obat dokter dan juga sudah tidak mengkonsumsi transfer factor advance lagi…..(Bp. Thamrin – Kalimantan)
Asma yang sangat berat selama 56 tahun, setelah mengkonsumsi TF selama 3 hari , konsumsi obat asma saya berkurang hingga 50%, namun setelah mengkonsumsi 3 botol TF, sekarang saya hanya mengkonsumsi 1 kapsul asma sehari dan 1 kapsul Advance sehari . Ibu Adelina Hutagalung , Jakarta
Mau Tau Lebih Jauh Bagaimana Transferfactor Membantu Kesehatan Anda?
Telp : fitri 0878 9424 7850 / 081 372 828 310
Pin BB : 267D7DD1
Email : fitri@4life-4transferfactor.com
YM : transferfactor_i
Facebook : Fitri Yanti
February 10, 2011
·
admin ·
No Comments
Tags: asma, obat asma, pengobatan asma, penyakit asma, sesak nafas · Posted in: Penyakit-Penyakit Pernafasan
Bagaimana Penanganan Terbaik Untuk Penderita Autis?
Buah Hati Anda Seorang Autis?
Ketika seorang bayi lahir, adalah kebahagian tiada taranya bagi orang tua. Akan tetapi kebahagiaan ini bisa berubah menjadi kesedihan ketika belakangan diketahui mengalami autis. Autis memiliki spektrum yg lebar. Dari yg autis ringan sampai yg terberat. Termasuk di dalamnya adalah hyper-active, attention disorder, dan sebagainya.
Anak autis dapat hidup normal dan mandiri, tentunya butuh kesabaran dan ketekunan orang tua dalam menghadapi perilaku-pelaku tidak normal sang anak.
Penyebab Autis
Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.
Jumlah penderita autis diberbagai Negara terus meningkat, termasuk Indonesia. Menyebab dari autis sendiri belum diketahui secara pasti dan masih menjadi bahan perdebatan dikalangan para ahli.
Kebanyakan anak autis adalah laki-laki. Anak perempuan memiliki hormon estrogen yg dapat menetralisir autisme, sedangkan hormon testoteronnya pada anak laki-laki justru memperparah keadaannya.
Berikut beberapa hal yang diduga menjadi penyebab-penyakit autis:
- Beberapa peneliti mengungkapkan terdapat gangguan biokimia
- Sebagian peneliti lain berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh gangguan psikiatri/jiwa.
- Ahli lainnya berpendapat bahwa autisme disebabkan oleh karena kombinasi makanan yang salah atau lingkungan yang terkontaminasi zat-zat beracun yang mengakibatkan kerusakan pada usus besar yang mengakibatkan masalah dalam tingkah laku dan fisik termasuk autis.
- Perdebatan yang terjadi akhir akhir ini berkisar pada kemungkinan penyebab autis yang disebabkan oleh vaksinasi anak, namun hal ini dibantah oleh ahli yang lain.
Bagaimana Mengetahui Gejala Autis Sejak Dini?
Tentunya bila gejala autisme dapat dideteksi sejak dini dan kemudian dilakukan penanganan yang tepat dan intensif, kita dapat membantu anak autis untuk berkembang secara optimal.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui gejala autis.
1. Metode M-Chat
Salah satunya dengan metode yang dinamakan M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers). Orang tua harus mengamati 6 pertanyaan penting berikut :
1. Apakah anak anda tertarik pada anak-anak lain?
2. Apakah anak anda dapat menunjuk untuk memberitahu ketertarikannya pada sesuatu?
3. Apakah anak anda pernah membawa suatu benda untuk diperlihatkan pada orangtua?
4. Apakah anak anda dapat meniru tingkah laku anda?
5. Apakah anak anda berespon bila dipanggil namanya?
6. Bila anda menunjuk mainan dari jarak jauh, apakah anak anda akan melihat ke arah mainan tersebut?
Bila jawaban anda TIDAK pada 2 pertanyaan atau lebih, maka sebaiknya berkonsultasi dengan profesional yang ahli dalam perkembangan anak dan mendalami bidang autisme.
2. Melakukan Konsultasi dengan Para Ahli
Jika berdasarkan metode diatas buah hati anda menunjukkan tanda-tanda autis, segera konsultasikan dengan ahli atau dokter.
Karena karakteristik dari penyandang autis ini banyak sekali ragamnya (sepektrum yang sangat luas) sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autis. Diagnosis yang paling baik adalah dengan cara seksama mengamati perilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya.
Selain itu orang tua harus peka dengan perkembangan anak sejak lahir, dan melaporkan kepada dokter untuk setiap keterlambatan dan gangguan dalam perkembangan perilakuknya.
Bagaimana Mengobati Autis?
Yang paling penting adalah bagaimana menemukan pengobatan atau terapi yang tepat untuk penderita autis.
1. Riset Dr. Kenneth Bock, MD (pakar autis)
Seorang pakar autis Dr. Kenneth Bock, MD., ia telah melakukan riset terhadap 9 anak-anak usia 2.9-9.9 tahun. Untuk mengevaluasi perkembangan anak-anak tersebut Dr. Bock menggunakan metode Gilliam Autism Rating. Anak-anak ini diberikan 3 kapsul transfer factor advance, 3 kali sehari selama 3 bulan dan setiap pasien sebelumnya belum pernah diterapi. Metode ini memberikan skore pada empat kriteria yaitu: stereotyped “autistic” behaviors (perilaku autif), communication (kemampuan berkomunikasi), social interaction (interaksi sosial) and developmental markers (dan pengenalan lingkungan). Masing-masing skore dari masing kriteria ini di jumlahkan ke dalam suatu autism quotient (angka autisme). Semakin tinggi autism quotient semakin tinggi pulan tingkat autisme seorang pasien
Setelah terapi selama 3 bulan, 7 dari 9 anak-anak mengalami perkembangan yang bagus. terutama perkembangan pada:
- Menjadi lebih Atentif (perhatian) pada lingkungan
- Peningkatan Eye Contact (kontak mata)
- Penurunan timbulnya penyakit-penyakit
- Peningkatan kemampuan berbahasa
- Penyakit diare (mules) sembuh total
- Peningkatan Keterampilan kebersihan ketika di toilet
2. Riset Dr.David Markowitz (Dokter Anak)
Penggunakan transfer factor untuk terapi autis semakin cepat, semakin cepat pula dia sembuh.
Sorang dokter anak dari rusia, Dr.David Markowitz melakukan penelitian terhadap, 4-5 anak-anak autis. Memulai transferfactor dengan tujuan mendidik sistem imun mereka dan berharap membuat mereka lebih sehat dan hasilnya sangat bagus. Perkembangan mereka sangat baik yaitu meningkatkatnya kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi, dan berkurangnya interaksi dengan diri sendiri. Hal ini sangat membahagiakan orang tua mereka.
Kemudian Dr.David Markowitz, melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap anak-anak yang mengkonsumsi transferfactor. Ia menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, 74% berhasil terjadinya penurunan jumlah penderita-penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotik pada anak-anak yang sakit. Dan Yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David meyakini terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh kelompok masyarakat yang mengkonsumsi transfer factor, penghematan ini seperti biaya perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.
Mau Tau Lebih Lanjut Bagaimana Nutrisi Transferfactor Membantu Kesehatan Anak Autis? Silahkan Hubungi Kami :
Telp : fitri 0878 9424 7850 / 081 372 828 310
Pin BB : 267D7DD1
Email : fitri@4life-4transferfactor.com
YM : transferfactor_i
Facebook : Fitri Yanti
January 21, 2011
·
admin ·
One Comment
Tags: anak autis, autis, Autisme, terapi autis · Posted in: Autisme
Terapi Penyakit Diabetes (Terapi Keseimbangan Gula Darah)
Harapan Baru Bagi Penderita Diabetes untuk Penyembuhan Pankreas
Penyakit diabetes atau yang biasa kita sebut dengan penyakit gula disebabkan dapat perubahan gaya hidup (pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik). Selain itu, adanya stress, kelainan genetika, usia yang semakin lama semakin tua dapat pula menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diabetes.
Pada penderita diabetes, pankreas memproduksi insulin terlalu sedikit, tidak memproduksi sama sekali atau dapat juga sel tubuh tidak merespon sebagai mana mestinya terhadap insulin yang dihasilkan tersebut. Hal ini menyebabkan glukosa menumpuk dalam darah, kemudian larut dalam urin dan terbuang ke luar tubuh. Sehingga tubuh tidak mendapatkan sumber energi utamanya walaupun darah sebenarnya penuh dengan glukosa.
Gejala diabetes dapat dikenali melalui gejala-gejala sebagai berikut:
- Sering kencing terutama pada malam hari.
- Rasa lapar yang berlebih.
- Sering merasa haus.
- Kesemutan dan mati rasa di sekitar kaki.
- Infeksi kulit dan gatal-gatal.
- Pandangan mata kabur.
- Cepat lelah dan mengantuk.
- Berat badan menurun meskipun makannya diperbanyak.
- Adanya gangguan seksual.
- Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan : hari biasa lebih besar dari 200 mg/dl dan lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl saat berpuasa
Testimoni Penggunaan Transferfactor pada penderita diabetes
Saya mengalami luka pada jari telunjuk kaki, luka ini mengeluarkan bau busuk dan saya sudah menjalani pengobatan selama beberapa bulan tidak membuahkan hasil. Luka terus menjalar dan semakin melebar dan sampai akhirnya dokter menyatakan saya harus diamputasi hingga pergelangan kaki. Beberapa hari sebelum diamputasi saya mencoba transfer factor trifactor formula dan transferfactor glucoach, dan setelah beberapa hari konsumsi keluar banyak darah dari kaki saya tersebut dan saya sangat kaget. Saya langsung hubungi dokter dan dokterpun langsung datang untuk melihat kondisi saya. Saya kembali terkejut dokter malah bilang kondisi kaki saya mengalami perkembangan yang signifikan dan tidak perlu diamputasi hingga pergelangan kaki, cukup jempol saja. Jempol tetap harus dipotong karena dagingnya sudah tidak ada…..Luar biasa…terima kasih transfer factor….Zainal – 45 tahun – Jakarta.
Mau Tau Lebih Jauh Bagaimana Transfer factor Membantu Kesehatan Anda?
Silahkan Hubungi Saya Fitri di :
Telp : fitri 0878 9424 7850 / 081 372 828 310
Pin BB : 267D7DD1
Email : fitri@4life-4transferfactor.com
YM : transferfactor_i
Facebook : Fitri Yanti
January 13, 2011
·
admin ·
2 Comments
Tags: diabetes, diabetes mellitus, pengobatan diabetes, pengobatan pankreas, terapi diabetes, terapi pankreas · Posted in: Penyembuhan Penyakit Melalui Sistem Imun, Terapi Diabetes (Pengobatan Pankreas)















