Pengobatan modern versus pengobatan alternatif…
Mengobati Penyakit Kanker Melalui Pengobatan Modern atau Pengobatan Alternatif kah?
Hingga saat ini tidak ada satu metode pengobatan yang cocok untuk semua jenis penyakit dan semua orang. Bisa saja metode pengobatan A cocok untuk pengobatan kanker berhasil bagi X, tetapi tidak berhasil bagi si Y. Pengobatan itu sangat bersifat individual. Secara garis besar, metode pengobatan di bagi atas dua yaitu:
- 1. Pengobatan Medis / Pengobatan Modern/Pengobatan Barat
- 2. Pengobatan non medis/Pengobatan alternative/Pengobatan timur
Mari kita simak masing-masing pengobatan tersebut:
1.     Pengobatan Kanker Melalui Medis
Kanker adalah penyakit yang menakutkan bagi kita karena sifatnya mematikan. Kanker sendiri adalah pertumbuhan sel yang tidak baik dan kemudian berkembang menjadi tidak terkontrol. Sel ini akan menyerang jaringan lokal dan dapat berpindah tempat serta kemudian dapat berkembang biak. Sel kanker sangat terkenal akan kemampuan mereka untuk secara cepat menciptakan salinan diri mereka dan kemudian menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Pengobatan kanker dengan teknologi kedokteran melalui kemoterapi, radiasi, pembedahan, terapi antibodi monoclonal, terapi hormon dll. Tujuan utamanya adalah untuk memberantas, membunuh atau mengubah sel-sel Kanker. Teknik kemoterapi terbaru memang menunjukkan harapan besar dalam memperpanjang usia pasien pengidap kanker akan tetap terapi ini juga bisa sangat merugikan mengingat efek racun yang ditimbulkannya.Â
Pengobatan modern relatif lebih cepat, biayanya cukup mahal dan menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan sampai dengan yang parah.
Dunia medis terus melakukan penelitian untuk mengurangi dampak atau efek samping dari pengobatan tersebut. Berikut beberapa efek samping melalui pengobatan medis:
1. Radiasi.
Efek samping dari terapi ini adalah pasien akan mual dan muntah. Terjadinya penurunan jumlah sel darah putih, infeksi/peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat menyebabkan kebotakan.
 2.      Kemoterapi
Efek samping dari terapi ini adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah, infeksi, anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, gatal dan kering pada kulit, mual dan muntah, dehidrasi, tekanan darah rendah, sembelit, diare, gangguan sistem syaraf.
 3. Operasi/Pembedahan
Tidak semua sel kanker dapat diangkat melalui pembedahan,sehingga setelah pembedahan tetap diperlukan terapi radiasi atau kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang tidak dapat di jangkau oleh melalui pembedahan.
 4.       Antibody Monoclonal drug
Terapi antibodi monoklonal merupakan bentuk pasif dari imunoterapi, karena antibodi dibuat dalam kuantitas besar di luar tubuh (di laboratorium). Jadi terapi ini tidak membutuhkan sistem imun pasien untuk bersikap aktif melawan kanker.
Efek samping yang dialami pasien terlihat  biasanya di awal terapi, misalnya demam, menggigil, lemah, nyeri kepala, mual, muntah, diare, tekanan darah turun, dan rashes. Efek samping yang lebih parah lagi pendarahan dan infeksi.
5.       Terapi hormon
Terapi sulih hormon (hormone replacement therapy) merupakan suatu terapi yang menggunakan 1 atau lebih hormon wanita, umumnya estrogen dan progestin (progesteron sintetik). Penggunaan terapi hormon merupakan kombinasi estrogen dan progestin yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker payudara lobular sebesar 2,7 kali dan duktal-lobular sebesar 3,3 kali.  Setidaknya, peningkatan risiko tersebut akan terlihat setelah 3 tahun penggunaan terapi hormon tersebut.
 Pengobatan Alternatif
Ada banyak pengobatan jenis pengobatan alternatif. Pengobatan Kanker secara tradisional mengandung prinsip utama untuk meningkatkan kekebalan/ketahanan tubuh sehingga dapat melawan sel-sel Kanker.Â
Penyakit yang timbul pada manusia itu disebabkan karena lemahnya system imun, sehingga system imum perlu diperkuat agar ia dapat membunuh sel-sel kanker yang dalam tubuh dengan sendirinya.
Imunitas atau system imun adalah kekebalan terhadap penyakit, terutama penyakit infeksi.Imun sistem adalah semua hal yang berperan dalam proses imun seperti sel, protein, antibodi dan sitokin/kemokin. Fungsi utama sistem imun adalah pertahanan terhadap infeksi mikroba. Respon imun adalah proses pertahanan tubuh terhadap semua bahan asing, yang terdiri dari sistem imun non spesifik dan spesifik.
 Pengobatan alternative seperti pengobatan herbal, mengobatan metafisika, terapi pikiran dan spiritual, terapi fisik, terapi energy dan sebagainya. Pengobatan alternatif tidak hanya digemari oleh masyarakat pedesaan, tapi masyarkat perkotaan yang telah modern dan berpendidikan tinggi pun banyak menggemari pengobatan alternatif.
Pengobatan alternatif membutuhkan waktu relatif lama dan biayanya cukup murah dan efek samping sedikit, bahkan sebagian tidak memiliki efek samping sama sekali. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan lebih dalam menjalani pengobatan ini.
Metode Manakah Yang cocok untuk Anda?
Dengan mempelajari karakter masing-masing teknik pengobatan tersebut diatas, kita bisa memperkirakan metode mana yang cocok. Tapi kita bisa bisa mengetahui secara pasti sebelum mencoba terlebih dahulu, karena pengobatan bersifat individu. Sebaiknya mencoba pengobatan alternatif karena biayanya murah dan tidak memiliki efek samping, disamping terus mencari metode pengobatan yang tepat.
Jika menggunakan satu metode tidak berhasil, sebaiknya mencoba mengkombinasikan dua metode. Apapun metode pengobatan yang akan anda gunakan, yang paling penting adalah menjaga pola hidup yang seimbang. Tanpa pola hidup yang baik, obat apapun akan sulit untuk bekerja, apalagi mampu mengobati penyakit anda. Lalu bagaimana dengan pola hidup anda sekarang? Apakah telah memenuhi pola hidup seimbang?.Â
Riset Terhadap Penggunaan TransferFaktor Untuk Pengobatan Kanker
Dr Darryl See adalah seorang peneliti ilmuwan yang telah mengeluarkan lebih dari 30 artikel review jurnal penyakit 30 kronis dan penyakit-penyakit gangguan system imun dan aktif di Associate Clinical Professor W.H.O (Worl Health Organization). Ia mengatakan pada pasien kanker, Transfer Factor mampu meningkatkan fungsi Natural Killer sel (NK cell) yang mampu berperan memerangi sel kanker. Riset Dr Darryl See meneliti 20 pasien menunjukan 16 pasien kanker stadium 3 dan 4 yang menjalani terapi Transfer Factor mengalami pemulihan dan dalam kondisi stabil. Dosis yang diberikan 9 kapsul Transfer Factor Plus per hari selama 6 bulan. Riset itu mencatat peningkatan fungsi NK-cell dari normal 6,4 menjadi 27,6 pada bulan keenam.
Ada pula studi in vitro yang diusung Kisielevsky dan Khalturina dari Russian Cancer Research Center, Russian Academy of Medical Sciences (RAMS), Rusia. Kedua peneliti itu membuktikan Transfer Factor merangsang antitumor dan meningkatkan aktivitas sitotoksik sel darah mononuclear dari donor sehat. Efek paling signifikan terlihat setelah 48 jam inkubasi TF pada konsentrasi 0,0001 – 0,1 mg/ml. Inkubasi TF yang berasal dari kolostrum dan kuning telur itu meningkatkan sitotoksisitas sel darah 18-99%.
Peran Transfer Factor antara lain meningkatkan aktivitas sel NK (natural Killer) sebanyak 200 – 400%. Sel NK adalah pembasmi sel-sel yang terinfeksi penyakit. Selain itu, Transfer Factor juga menenangkan sistem imun yang terlalu aktif.Â
Â
Mau Tau Lebih Jauh Bagaimana Transfer Factor Membantu Kesehatan Anda, Jangan Sungkan Untuk Menghubungi Saya Fitri di:
Â
Telp : fitri 0878 9424 7850 / 081 372 828 310
Pin BB : 267D7DD1
Email : fitri@4life-4transferfactor.com
YM : transferfactor_i
Facebook : Fitri Yanti
November 14, 2010
·
admin ·
No Comments
Posted in: Tips Hidup Sehat Dan Seimbang











Leave a Reply